REMBUK STUNTING TAHUN 2026 DESA JERINGO

  • Admin Desa Jeringo

REMBUK STUNTING DESA JERINGO TAHUN 2026: LAKUKAN STRATEGI TERPADU TEKAN ANGKA STUNTING

JERINGO, Pemdes — Pemerintah Desa Jeringo menggelar kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 yang berlangsung pada Senin, 28 September 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Jeringo. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah krusial dalam komitmen bersama mempercepat penurunan dan pencegahan angka stunting di wilayah Desa Jeringo.

Acara secara resmi dibuka langsung oleh Kepala Desa Jeringo, Sahril, SH. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat dan bebas dari masalah tengkes (stunting).

Pembahasan Terpadu Bersama Narasumber

Rembuk Stunting ini menghadirkan tiga narasumber utama yang memberikan pemaparan, arahan, serta evaluasi komprehensif terkait penanganan stunting dari berbagai aspek:

  1. Hj. Siti Nurlaela, SE. (Kasi Kesos Kecamatan Gunungsari)

    Menyampaikan prioritas kebijakan dan sinkronisasi program penanganan sosial di tingkat kecamatan dengan kegiatan pembinaan di tingkat desa, guna memastikan bantuan tepat sasaran bagi keluarga berisiko stunting.

  2. Atik Rahmawati, S.Tr.Gz. (Koordinator Gizi Puskesmas Penimbung)

    Memberikan edukasi teknis mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pencegahan anemia pada remaja putri, serta pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala di Posyandu.

  3. Yulian Nurnaning, S.Pd. (Tenaga Pendamping Profesional / TPP Kecamatan Gunungsari)

    Pemaparan mengenai konvergensi pemanfaatan dan penganggaran Dana Desa untuk mendukung kegiatan posyandu, sanitasi, air bersih, serta program pemberdayaan kader kesehatan di Desa Jeringo.

Komitmen Bersama

Melalui Rembuk Stunting ini, seluruh pihak menyepakati sejumlah rekomendasi program prioritas yang akan diakomodasi dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) mendatang. Acara diakhiri dengan diskusi interaktif bersama para kader Posyandu, tokoh masyarakat, dan unsur kelembagaan desa guna merumuskan langkah nyata penanganan stunting secara berkelanjutan.